HOME   CATAGORI  
Showing posts with label Ketika Cinta Bertasbih. Show all posts
Showing posts with label Ketika Cinta Bertasbih. Show all posts

Thursday, April 10, 2008

Kang Abik Cari Pemain 'KETIKA CINTA BERTASBIH'

Kapanlagi.com - Audisi film KETIKA CINTA BERTASBIH akan segera dilaksanakan. Para sineas yang menggarap film bernuansa Islam ini pun dalam waktu dekat akan menggelar casting untuk mencari pemain yang cocok. Namun, ada satu syarat penting yang diutamakan oleh penulis cerita tersebut, Habiburrahman El Shirazy, yaitu harus bisa membaca kitab suci Al-Quran.

Tokoh sentral dalam cerita film berdasarkan novel berjudul sama itu bernama Azzam, dan pemerannya diharapkan memiliki karakter dan latar belakang kehidupan yang tidak berbeda jauh dari penggambaran si tokoh.


"Saya harapkan pemeran tokoh Azzam ini paling tidak baca Al-Quran beres," kata Kang Abik saat berkunjung ke kediaman ustad Arifin Ilham di kawasan Depok, Selasa (8/4).


Kang Abik menjelaskan bahwa sosok Azzam dalam novel Ketika Cinta Bertasbih adalah seorang mahasiswa Al Azhar di Mesir, pekerja keras dan taat beribadah. "Karena mahasiswa Al Azhar, tentu baca Al-Quran pasti bisa, dan karena taat beribadah, pasti orangnya juga saleh," katanya.


Ia tidak mempermasalahkan bila pemeran Azzam adalah bintang film yang sudah terkenal atau pendatang baru, asalkan memiliki karakter yang pas dengan tokoh yang diperankan.


Sementara itu, Arifin mengatakan, "Buat apa susah-susah cari (pemeran) Azzam kalau orangnya ada di sini." Ia mengucapkan hal itu sambil tertawa dan menepuk paha si penulis novel.


Sutradara Chaerul Umam menambahkan, selain taat beribadah dan lancar baca Al-Quran, pemeran Azzam juga harus ganteng, karena dalam cerita ia disukai banyak wanita.


Menjawab pertanyaan wartawan, pihak SinemArt mengatakan kegiatan audisi paling cepat akan dimulai dua pekan mendatang, dan terbuka untuk siapa saja yang berminat mendukung film tersebut.


KETIKA CINTA BERTASBIH merupakan novel kedua Kang Abik yang diangkat ke layar lebar, setelah Ayat-Ayat Cinta yang diproduksi MD Entertainment dan mendulang sukses besar, ditonton oleh lebih dari 3,5 juta orang. (*/boo)

Sumber : Kapan Lagi

Pandai Mengaji? Cobalah Jadi Bintang Film 'Ketika Cinta Bertasbih'

Kabar akan difilmkannya buku 'Ketika Cinta Bertasbih' (KCB) karya Habiburrahman El Shirazy, setelah keberhasilan Ayat-ayat Cinta (AAC) telah marak diberitakan berbagai media.

Menurut Dini, public relations SinemaArt pada halohalo.co.id, Rabu (26/03), hingga kini film yang akan digarap sutradara senior Chairul Umam ini, masih mencari para tokoh yang akan membintangi film tersebut.

"Kami mengajak masyarakat yang tertarik untuk mengikuti casting, syaratnya ia harus sudah membaca bukunya terlebih dahulu sehingga dia sudah tahu karakter utama yang dicari dan kalau ada artisnya pun, harus melalui audisi yang sama," terangnya.

Bagi yang berminat, Dini mengatakan harus dilakukan seleksi administratif terlebih dahulu, seperti dengan mengirimkan biodata, foto, keterangan bisa mengaji atau tidak, serta sudah membaca novelnya atau belum. "Penyortiran akan kami lakukan bersama Kang Abik," terangnya. Kang Abik merupakan panggilan akrab sang penulis, Habiburrahman.

Menurut Dini, hingga kini mereka masih mencari orang yang akan memerankan kelima karakter utamanya, yaitu Khairul Azzam, Eliana, Furqon, Anna dan Husna. "Itu persyaratan dari kang Abik, karena novelnya bersifat alami, maka pemain harus dapat mengaji agar mampu menginterpretasikan karakter di novelnya, meski tidak harus sempurna," jelas Dini.

Walaupun proses seleksi sudah berlangsung sejak kemarin, Selasa (25/03), namun bagi yang berminat masih memiliki kesempatan untuk mengirimkan kelengkapan administratifnya hingga akhir April atau Awal Mei. "Kalau memang sesuai persyaratan, yang bersangkutan akan kami panggil untuk ikut seleksi casting," tukasnya.

Sedangkan lokasi syuting, diperkirakan akan mengambil di beberapa lokasi, seperti Kairo. "Rencananya kami ingin mengambil konsep lokasi yang sama dengan bukunya, seperti di Mesir, Kairo, dan mungkin Tunisia, sehingga dekat dengan setting asli di bukunya."

SinemaArt berharap film ini dapat melebihi sukses AAC, "Insya Allah bisa melebihi AAC, seperti mengutip kata-kata kang Abik "Hari Esok Harus Lebih Baik Dari Hari Sebelumnya"," tandas Dini. (TIS)

Bagi yang tertarik untuk ikut casting, silahkan mengirimkan atau datang ke:

Rumah Produksi SinemaArt
Komp. Kedoya Elok Plaza no. DD 61-63, Jakarta Barat, 11520
Telepon: (021) 5812591

Untuk daftar casting secara online
Clik Disini

Sumber :halo halo

Ketika Cinta Bertasbih Akan Di Filmkan

Kabar akan difilmkannya buku 'Ketika Cinta Bertasbih' (KCB) karya Habiburrahman El Shirazy, setelah keberhasilan Ayat-ayat Cinta (AAC) telah marak diberitakan berbagai media.

Menurut Dini, public relations SinemaArt pada halohalo.co.id, Rabu (26/03), hingga kini film yang akan digarap sutradara senior Chairul Umam ini, masih mencari para tokoh yang akan membintangi film tersebut.

"Kami mengajak masyarakat yang tertarik untuk mengikuti casting, syaratnya ia harus sudah membaca bukunya terlebih dahulu sehingga dia sudah tahu karakter utama yang dicari dan kalau ada artisnya pun, harus melalui audisi yang sama," terangnya.

Bagi yang berminat, Dini mengatakan harus dilakukan seleksi administratif terlebih dahulu, seperti dengan mengirimkan biodata, foto, keterangan bisa mengaji atau tidak, serta sudah membaca novelnya atau belum. "Penyortiran akan kami lakukan bersama Kang Abik," terangnya. Kang Abik merupakan panggilan akrab sang penulis, Habiburrahman.

Menurut Dini, hingga kini mereka masih mencari orang yang akan memerankan kelima karakter utamanya, yaitu Khairul Azzam, Eliana, Furqon, Anna dan Husna. "Itu persyaratan dari kang Abik, karena novelnya bersifat alami, maka pemain harus dapat mengaji agar mampu menginterpretasikan karakter di novelnya, meski tidak harus sempurna," jelas Dini.

Walaupun proses seleksi sudah berlangsung sejak kemarin, Selasa (25/03), namun bagi yang berminat masih memiliki kesempatan untuk mengirimkan kelengkapan administratifnya hingga akhir April atau Awal Mei. "Kalau memang sesuai persyaratan, yang bersangkutan akan kami panggil untuk ikut seleksi casting," tukasnya.

Sedangkan lokasi syuting, diperkirakan akan mengambil di beberapa lokasi, seperti Kairo. "Rencananya kami ingin mengambil konsep lokasi yang sama dengan bukunya, seperti di Mesir, Kairo, dan mungkin Tunisia, sehingga dekat dengan setting asli di bukunya."

SinemaArt berharap film ini dapat melebihi sukses AAC, "Insya Allah bisa melebihi AAC, seperti mengutip kata-kata kang Abik "Hari Esok Harus Lebih Baik Dari Hari Sebelumnya"," tandas Dini. (TIS)

Bagi yang tertarik untuk ikut casting, silahkan mengirimkan atau datang ke:

Rumah Produksi SinemaArt
Komp. Kedoya Elok Plaza no. DD 61-63, Jakarta Barat, 11520
Telepon: (021) 5812591

Untuk daftar casting secara online
Clik Disini

Sumber :halo halo

MUI Sambut Gembira Pembuatan Film "Ketika Cinta Bertasbih


Jakarta-RuangFilm. SinemArt Pictures,, rumah produksi yang rencana akan membuat film Ketika Cinta Bertasbih kembali melanjutkan silaturahmi. Setelah sebelumnya menyambangi kediaman Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dan bertemu dengan Ketua PP Muhammadiyah, Din Sjamsuddin di kantor, kini rombongan pimpinan produser Heru Hendriyanto tersebut mendatangi kantor MUI di Istiqlal. Tampak dalam rombongan yang datang, sutradara, Chaerul Umam, Eka (pimpinan produksi), Dani Sapawi dan Abdul Aziz (manajer promosi). Sementara, Kang Abik, sapaan akrab Habiburrahman El Shirazy yang biasanya ikut, kali ini tak hadir.

Sambutan hangat ditunjukkan oleh jajaran pengurus harian MUI yang menerima kunjungan tersebut, Prof.Dr.H. Umar Shihab, Drs.H.A. Nazri Adlani,Prof.Dr.Hj. Chuzaimah T. Yanggo, Prof.Dr.H. Amir Syarifuddin, K.H. Khalil Ridwan, Lc. dan Sekretaris Drs.H. Anwar Abbas, MM., Drs.H. Zainut Tauhid Saadi. Dalam kesempatan itu, masing-masing ulama mengemukakan pendapat dan memberikan masukan mengenai rencana SinemArt ini.

Dalam pernyataannya, Prof.Dr. H. Umar Shihab mengungkapkan kegembiraannya akan rencana tersebut. “Saya menyambut gembira rencana SinemArt untuk membuat film ini, karena film sebelumnya, Ayat Ayat Cinta (AAC) yang juga diangkat dari novel Habiburrahman El Shirazy terbukti memperoleh sambutan baik dari masyarakat,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, bahwa fakta AAC di tonton dan digemari oleh masyarakat dari kalangan atas, menengah dan bawah hingga menarik perhatian presiden dan wakil presiden mengisyaratkan, bahwa film dengan nuansa religi dan digarap dengan baik akan mendapat apresiasi positif.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan harapan agar Ketika Cinta Bertasbih dapat menitik beratkan pada mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak menyinggung perasaan agama lain, golongan lain atau pihak-pihak tertentu, sehingga terlepas dari masalah SARA. Namun, Ketua MUI juga menyatakan, bahwa apapun masukan yang nantinya akan diberikan tidak akan mengintervensi kerja dari sutradara dan produser film. “Saya harap film ini bisa menjadi film yang murni seni, dakwah dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, secara simbolis SinemArt menyerahkan novel Ketika Cinta Bertasbih kepada pihak MUI yang diterima oleh Prof.Dr. H. Umar Shihab. (Rep. Musashi – Foto. Tonny/RuangFilm)

Sumber : www.ruangfilm.com

Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) akan Direlease

Setelah Novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) diangkat ke layar lebar dan menuai kesuksesan, kini Novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih (KCB) akan difilmkan dan dijadwalkan beredar pada penghujung 2008. Film Ketika Cinta Bertasbih ini akan diproduksi oleh Sinemart Pictures, dan akan digarap oleh sutradara senior Chairul Umam serta Imam Tantowi sebagai penulis skenario.

Berbeda dengan Film AAC, kali ini sang penulis yang akrab dipanggil Kang Abik akan banyak terlibat dalam penggarapannya. Berbekal pengalaman dari Film AAC yang menuai sukses dan juga kekecewaan karena tidak sesuai dengan novelnya, dia berharap agar film KCB tersebut bercerita seperti pada novelnya.

Untuk itu, kang Abik akan turut serta dalam proses audisi/casting para pemainnya dan berharap bisa mendapatkan aktor/aktris yang karakternya mendekati dengan tokoh yang ada di novelnya. Karakter Utama dalam film tersebut adalah Khairul Azzam, Eliana, Furqon, Anna dan Husna. Rencananya, pihak Sinemart akan melakukan shooting di Cairo, Mesir atau di Tunisia seperti di novelnya dan di daerah Jawa untuk setting cerita di Indonesia.

Film ini diangkat dari Novel Ketika Cinta Bertasbih yang terdiri dari dua jilid yang merupakan novel best seller yang diterbitkan oleh Penerbit Republika. Jilid pertama setting cerita di Mesir sedangkan pada jilid kedua di Indonesiayaitu di daerah Jawa. Tokoh utama dalam novel ini adalah Abdullah Khairul Azzam. Dia adalah seorang mahasiswa Indonesia dari pelosok desa di Pulau Jawa yang melanjutkan studi di Mesir. Sebenarnya dia adalah mahasiswa yang berprestasi tetapi semenjak ayahnya meninggal, ia menjadi tumpuan keluarga dan harus membiayai ibu dan beberapa adiknya di Indonesia, hingga dengan keikhlasan hati harus berkorban menjadi penjual bakso dan pembuat tempe di Mesir. Tetapi berkat pengorbanannya, ia berhasil menjadi jalan bagi kesuksesan adik-adiknya dan ia menjadi seorang pengusaha di daerahnya.

Dibandingkan dengan dengan tokoh Fahri di AAC, karakter Azzam di KCB sangat berbeda. Kalau di novel AAC, sosok Fahri begitu sempurna digambarkan secara gamblang terutama kesholehannya, nah kalau Azzam tidak digambarkan sesempurna Fahri. Selain kesholehannya, yang lebih ditonjolkan adalah jiwa entrepreneurship, fighting spirit dan pengorbanan yang tinggi Azzam terhadap keluarganya. Sedikit resensi dan hikmah yang dapat dipetik dari novel ini terutama di jilid pertama dapat di lihat disini.

Nah bagi yang sudah membaca novel Ketika Cinta Bertasbih dan bisa mengaji… ditantang oleh kang Abik tuk ikutan casting (Infonya lihat di halohalo.co.id).


sumber :fatmawiyah

Film KCB ( Ketika Cinta Bertasbih)

RIBUAN calon artis berbondong-bondong mendaftar di Sinemart Pictures untuk menjadi bintang film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Mereka akan diseleksi melalui audisi.

Krunia Budi Abubakar, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengemukakan mengaku yakin lolos audisi. Meski berwajah pas-pasan, dia mengutarakan yakin lolos karena bermodal pengalaman di teater. “Saya yakin bisa menjadi Fahri baru,” cetusnya. Fahri merupakan tokoh dalam film Ayat Ayat Cinta (AAC),

Begitu tingginya minat masyarakat, Manajer Humas Sinemart Pictures Abdul Aziz mengemukakan menyebabkan pihaknya harus bekerja ekstra keras.

“Audisi untuk film ini belum dimulai, tapi antusias masyarakat sudah begitu tinggi. Kami ingin mendapatkan bintang muda yang mampu berlakon dengan baik untuk mengulang sukses film Ayat Ayat Cinta,” ujarnya.

Film Islami yang diangkat dari novel Habiburrahman El Shirazi itu akan digarap sutradara senior Chariul Umam dengan mengambil lokasi syuting di Mesir, Jordania dan Indonesia.

BERMIMPI
Fenomena film Ayat Ayat Cinta yang telah menembus lebih dari 3 juta penonton membikin anak-anak muda bermimpi menjadi super star. Mereka bersemangat mendaftar menjadi calon bintang film KCB. Bahkan, setiap hari kantor Pos Kota diramaikan dering telepon dari pembaca yang menanyakan lokasi pendaftaran.

“Sebaiknya sebelum mengikuti audisi membaca novelnya dulu. Sehingga para peserta audisi bisa menentukan peran apa yang diminatinya. Caranya bisa kirim data diri dan merekamnya lewat video,” kata Chairul Umum sang sutradara.

Habiburrahman El Shirazi yang ikut sebagai penulis novel akan berusaha netral, dan mencoba mencari pemeran yang sesuai dengan tokoh dalam novelnya.

Bagi yang berminat dapat menghubungi PT Sinemart Indonesia Jl. Panjang, Komp. Kedoya Elok Plaza No. DD61-63 Jakarta Barat.

Sumber : www.poskota.co.id

Custom Search