HOME   CATAGORI  

Wednesday, May 14, 2008

Doctoral Opportunities in Archaeology - University of Durham

Department of Archaeology at Durham University is one of the largest Archaeology departments in Europe, offering an outstanding range of research and teaching expertise.
Department of Archaeology at Durham University is delighted to announce the allocation of up to four Durham Academic Scholarships starting in October 2008 for the following programme: PhD Archaeology (Full-time).

Our research is global, and ranges from early hominids to post-Medieval archaeology, with strengths in Bioarchaeology, European Prehistory, the worlds of Rome and Egypt, the Middle East and South Asia, and Medieval Europe. Durham graduates are some of the most sought after in the UK, offering a range of knowledge; skills and experience developed by excellent teaching, internationally-rated research and superb student support services.

Each new Scholarship will be associated with an approved research topic that is aligned to the Department research strategy, examples of which are given in the attached list. The list is not exclusive and other approved topics may be available. Each scholarship will contribute to the cost of tuition fees at the Home/EU rate (£3300) for the first year of study. There is an additional research training allowance of up to £200 according to the requirements of the project.

If you are interested in applying for one of our new Scholarships:
• Send an email to the PG Admissions Secretary and ask for further details of the topic(s) of interest - you will be contacted by the relevant academic supervisor.

To apply the Scholarships:
• If you have not applied for a place at Durham, express your interest in the Durham Academic Scholarship on the Durham on-line application form and include on the form the following:

A 500 word ‘Case for Support’ stating your distinctive academic and wider abilities and explaining why you are suitable to the research topic selected, focusing on knowledge, experience, academic qualifications, field track record and skills specific or generally applicable to the project. You must also clearly demonstrate your capability for research.

An outline (the form has space for up to approx. 3000 words) your plans for resourcing the remaining period of study, either the remainder of your doctoral studies or future doctoral study.

• If you already hold an offer of a place at Durham (or have submitted an application), send a letter to the PG Admissions Secretary expressing your interest in the Durham Academic Scholarship and include the Case for Support and the Outline as indicated above (up to approx. 3000 words).

Topics for PhD research include:
• Detecting human movement through the landscape in the Fragile Crescent of the Near East (TJW)
• Settlement and landscape in the Caspain sea lowlands of NE Iran (Gorgan Plain) (TJW)
• Landscape and settlement archaeology of the landholdings of the Community of St Cuthbert (DP)
• Quernstones and the theory of settlement mobility (CJS)
• Using ancient rats as proxies for past human dispersal: a geometric morphometric study of rats from Island South East Asia and Oceania (KD)
• Religion and economy: a view from Roman North Africa and the Near East (AL)
• Use and reuse of statues in Late Antiquity (AL)
• Plants and people in the North Atlantic Norse Archaeology (MC)
• Durham Antiquarian: the influence of Thomas Wright (1711-1786) (PRC/CPG)
• Chalcolithic - EB ceramics from Tell Nebi Mend, Syria (GP)
• The Palaeolithic Individual in Context (MJW)
• A Social and Cultural History of the Antonine Wall and Roman Binchester: a vicus in context (RH)
• Stamping significance: early stamps, stamp-seals and pintaderas in Eurasia in the 8th-3rd millennia BC (RGS)
• Cultural and economic connectivities of rural landscapes in the Western Mediterranean (REW)
• The cultural construction of islandscapes in South-Central Mediterranean prehistory (RGS)
• Landscapes of religion and belief in the north sea world, c. 400 - 1100 AD (SJS)
• Infrared thermography: application to the structural analysis of historic buildings (IKB)
• The chronology of bricks in medieval buildings - detecting re-use (IKB)
• Farmers, Monks and Warriors: The changing nature of life at Bamburgh Castle and environs as seen through animal remains (KD)
• Buddhist monasticism in Early South Asia: reclusives or redistributors? (RAEC)

Contact
The Postgraduate Admissions Secretary
Tel. 00 44 (0)191 334 1109 (Mon-Fri am)
Fax: 00 44 (0) 191 334 1101;
email: pgarch.admissions@durham.ac.uk
Or visit our web site at http://www.dur.ac.uk/archaeology/

The closing date for applications is 1st June 2008

Imam Sebagai Suluh Penerang Umat

Takengon - Penyelenggaraan pemerintahan sangat ditentukan oleh semua komponen masyarakat, satu diantaranya dPenyelnggaraan dan pembinaan Agama Islam, yang didalamnya adalah para imam, tengku, ustad/utazah yang ini aktif dalam membimbing masyarakat terutama dalam penyelenggaraan ibadah. Demikian yang disampaikan Bupati Aceh Tengah Ir.H.Nasaruddin,MM, pada acara penutupan Pelatihan Imam Shalat Rawatib, sabtu, 10/05/08 di Masjid Simpang Kelaping kecamatan Pegasing.

Menurut Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, Imam diibaratkan sebagai penyuluh yang berupaya memberi sinar dan menerangi umat agar bertindak dan berbuat sesuai dengan tuntunan agama Islam. Ditambahkan Nasaruddin, bahwa dari segi penyelenggaraan pemerintahan, Kepemimpinannya saat ini telah memasuki tahun ke dual, namun efektifitas penyelenggaraan pemerintahan dan perencanaan pembangunan sebenarnya baru berjalan setahun, karena sebelumnya program perencanaan pembangunan telah dilaksankan oleh Pimpinan pemerintahan terdahulu.



Menurut ahli pertanian ini, salah satu program pembangunan di daerahnya adalah membenahi pusat ibukota, yaitu melakukan pembenahan dan menata ruas-ruas jalan yang ada, apalagi dengan banyaknya kenderaan yang hilir mudik, baik roda dua maupun roda empat serta angkutan yang ada yang tentunya memerlukan badan jalan yang lebar dan baik. Untuk itu sebagai priopritas pertama adalah perluasan kembali jalan Paya Tumpi hingga ke pusat kota, kemudian pelebaran kembali ruas jalan yang menghubungkan kota menuju Kecamatan pegasing, dimana untuk tahun 2008 perluasan dan pelebaran jalan ini berakhir hingga jembatan Tansaril.



Menyangkut dengan penerangan listrik, Nasaruddin juga mengimformasikan pihaknya telah melakukan perbaikan dan pemasangan lampu jalan dan taman kota sehingga suasana kota dimalam hari terlihat indah dan asri, demikian juga penerangan jalan perkampungan dan gang-gang pihaknya kini terus berupaya menambah lampu-lampu jalan, dengan demikian disamping mnerangi lingkungan sekitar, keberadaan lampu jalan ini memudahkan warga untuk beribadah baik ke masjid maupun mushala.



Terhadap keluhan warga masyarakat tentang ketersedian air bersih, pihaknya melalui dinas yang terkait, akan terus melakukan perbaikan fasilitas mapun instalsi air bersih. Demikian juga dengan pembangunan Infrastruktur, sehingga ketersedian air bersih sesuai dengan harapan masyarakat. Diakui nasaruddin, kelangkaan air bersih, telah menjadi penyakit kronis dan menahun, butuh perhatian yang serius dan kerja keras pihak-pihak terkait.



Orang nomor satu di Aceh Tengah ini juga menyampaikan bahwa Kesehatan,Pendidikan dan Infrastruktur menjadi skala prioritas Pemerintahnnya, menyangkut dengan kesehatan sejak 01 juni 2007 yang lalu telah dicanangkan Pengobatan kesehatan dasar grastis bagi masyarakat Aceh Tengah, dan menurutnya tahun RSU datu breru aka n ditingkatka statusnya menjadi Tife B, denagn demkian butuh kelengkapan fasilitas dan tenaga dokter spesialis.



Kepada para imam Nasaruddin juga mengharapkna agar dapat menjadi penyampai informasi kepada Pemerintah, apabila di daerah masing-masing dijumpai warga yang membutuhkan pengobatan ataupun perawatan akibat penyakit kronis, seperti tumor dan lain sejenisnya, sementara mereka tergolong kurang mampu atau miskin yang tidak memiliki kemampuan untuk membiayai kesembuhannya.Terhadap warga masyarajat ini kiranya para imam dapat turut serta menyampaikan kepada Pemerintah, karena untuk masyarakat kurang mampu atau miskin, Pemerintah tetap membatu meringankan Penderiatan penyakit yang diderita warka tersebut, namun Nasaruddin mengingatkan bahwa data orang miskin ini benar-benar valid, karena tidak tertutup kemungkinan ada warga mampu mengaku kurang mampu karenanya perlu kordinasi.



Pelatihan Imam Shalat rawatif yang dipusatkan di Masjid Simpang Kelaping Pegasing ini berlangsung selama lima hari yang dikuti olrh 35 Imum kampung dari dua kecamatan, yaitu Pegasing dan kecamatan Bies. Menurut Tgk.H.Razali Irsyad kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 5 s/d 10 Mei 2008. Para tutor pelatih, antara lain Ketua MPU Aceh Tengah, Tgk H.Ali Djadun, Tgk.H. Razali Irsyad, Drs. Isa Umar, Ramli Aman Tawardi, dan Drs.H.Mahmud Ibrahim. Kegiatan ini juga merupakan kerjasama MPU Aceh Tengah dan Baitul Mal Aceh Tengah, yasng bertemakan ” dengan pelatihan imam shalat Rawatib kita tingkatkan kajian Al-Qur'an dan Sunnah supaya kita dan masyarakat kita tidak sesat”.



Disela-sela acara pentupan pelatihan imam shalat rawatib, salah seorang peserta pelatihan Tgk Syarifuddin Imam Kute Lintang Pegasing kepada wartawan mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting artinya dalam melaksanakan shalat, Pelatihan ini banyak memberi manfaat, karena sebelumnya kegiatan ini tidak pernah dilaksanakan, dia merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini, terutama dalam rangka untuk menunjang di bidang keagamaan dan dia berjanji ilmu yang diperoleh ini akan ditularkan kembali kepada para jamaah di kampungnya, terutam ilmu yang diperolehnya seperti masalah hukum Islam, tata cara shalat dan hukum makrat dan tajwit untuk mendukung sahnya shalat. Sebut Syarifudin dengan bangga.(Humas Pemkab Aceh Tengah)

NAD.GO.ID

Waspadai Penyakit Maag Karena Bakteri

Benarkah penyakit maag muncul karena makan tidak teratur ? Menurut dr. H. Chudahwan Manan DSPD, Gastroeterolog FKUI RSCM, penyakit ini memang disebabkan oleh meningkatnya produksi asam lambung. Dan menurut sejumlah ahli penyakit pencernaan, bakteri Helicobacter Pylori, bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit.

Orang tidak akan menduga bahwa jika penyakit ini juga bisa disebabkan oleh keberadaan bakteri. Karenanya, gastroenterolog atau dokter ahli pencernaan belakangan banyak membicarakan makhluk renik ini. Panjang H. pylori 2 - 3 mikron dan lebarnya 0,5 mikron. Bentuknya seperti spiral berekor diselubungi lapisan mirip rambut atau flagela.

Dalam keadaan tidak aktif, makhluk ini berubah bentuk menjadi cocoid yang berlindung dalam kapsulnya. Begitu keadaan memungkinkan baginya untuk aktif, dengan gesitnya ia bergerak. Ia bersarang dan berkembang biak dalam lapisan mukus perut, dalam suasana asam tinggi.

Bakteri ini memerlukan urea (hasil akhir utama dari metabolisme protein mamalia) serta hemin (pigmen merah dalam darah) untuk berkembang biak. Ternyata hanya sel-sel jaringan mukus dalam lambung yang dapat menyimpan nutrisi esensial ini. Tentunya, kalau tidak dibasmi, akan tumbuh subur dan bisa bertahan hidup sampai puluhan tahun dalam lambung manusia sambil menggegoroti daerah di sekitar “rumahnya”. Karena lambung tempat hidup paling nyaman baginya, dia ogah bermigrasi ke organ pencernaan lain seperti usus besar, esofagus.

Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak bedanya dengan penderita sakit maag biasa. Yakni mual kembung dan nyeri. Hanya, bedanya berulang kali penyakitnya kambuh. Hanya, pada kasus terparah bisa sampai mengakibatkan muntah dan berak darah.

Karena latar belakangnya itu, maka bakteri ini juga berindah dengan perlakuan menusia yakni melalui ludah dan masuk ke mulut. Misalnya penggunaan gelas, sendok, atau piring makan secara bersama-sama. karena kurang higienis, makanan bisa terkontaminasi faeses yang mengandung bakteri itu.

Dari hasil penelitian dunia gastroenterologi, terjadinya tukak lambung atau tukak usus ternyata bakteri ini 100% memiliki peran. Bahkan berdasarkan diagnosa beberapa pasien yang datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, 90% pasien positif mengidap H.Pylori. Pada pasien penderita gastritik kronik aktif, bakteri ini didapatkan pada 80% kasus. Sedangkan pada penderita tukak lambung 70 - 80%. Bahkan, pada tumor lambung sekitar 60%.

Kata dr. Manan, sumber bakteri ini memang masih dipertanyakan, apakah air yang digunakan untuk mencuci sayuran mentah atau saat mencuci alat makan. Namun cara untuk menemukan bakteri ini perlu menjalani dua tahapan. Yakni cara noninvasif dan invasif.

Noninvasif artinya melalui darah, diperiksa antibodi penderita terhadap bakteri ini. Semakin tinggi antibodinya, semakin besar kemungkinan terinfeksi bakteri ini. Pemeriksaan noninvasif juga bisa dilakukan melalui tinja, urine, atau ludah. Namun, pada anak-anak justru tes melalui urine hasilnya lebih memuaskan. Tes H. pylori melalui darah pada bayi ternyata hasilnya tidak memuaskan walaupun antibodi sang ibu dengan H. pylori positif muncul dalam darah si bayi.

Sedangkan cara invasif dilakukan dengan pengambilan jaringan lambung dengan alat endoskopi. Ada lagi tes urease cepat (RUT, Rapid Urease Test), yakni setelah diambil sampel jaringan lambung, selanjutnya dikulturkan dalam gelas yang sudah diisi cairan khusus. Setelah didiamkan 20 - 60 menit terjadilah perubahan warna (warna merah menunjukkan H. pylori positif tinggi). Jaringan lambung itu dikulturkan dalam konsentrasi oksigen rendah (5%). Tes tidak bisa dilakukan dengan konsentrasi oksigen tinggi.

Ada lagi urea breath test yakni pemeriksaan berdasarkan penelitian napas. Melalui suatu alat khusus, dilihat reaksi kimianya. Pasien diberi minuman yang mengandung unsur urea(13C) ditandai elemen isotopik karbon nonradioaktif. Bila hasilnya positif, gas karbon dioksida 13C akan muncul dalam 10 - 20 menit, berarti bakteri menghancurkan urea. Sebaliknya, kalau hasilnya negatif, unsur 13C karbon dioksida tidak muncul. Pemeriksaan seperti ini belum dilakukan di Indonesia karena alatnya mahal.

Untuk menghilangkan bakteri ini dalam tubuh pasien, menurut dr. Manan tidak mudah. Karena tahapan pengobatan dengan pemberian Three durg treatment yakni tetracyline(TC), metronidazole (MNZ), dan amoxicilin (AMPC) atau clarithromycin (CAM) tidak banyak membuahkan hasil. Bahkan cara penggunaan obat yang keliru bisa menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi kulit dan nyeri lambung.

Dianjurkan dr. Manan jika sakit lambung yang tidak kunjung sembuh sebaiknya diperiksa secara lebih teliti. Penyakit maag memang merupakan penyakit umum yang biasanya dapat disembuhkan dengan obat jenis antasid. “Tapi kalau setelah dua minggu diobati penyakitnya tidak juga sembuh, jangan segan-segan untuk memeriksakan diri kembali,” katanya.
Sumber: Indosiar.com

Daun Sirih

Kesehatan gigi secara tradisional erat kaitannya dengan daun sirih bagi orang Indonesia sudah pasti mengetahui kalau daun sirih memang mempunyai banyak khasiat khusunya dalam bidang kesehatan gigi dan mulut. Manfaat daun sirih untuk gigi memang tidak diragukan lagi dan sampai sekarang kakek dan nenek masih menggunakan daun sirih untuk membersihkan gigi ( ini pengalaman saya dikampung hehehe, mungkin kalau nenek dan kakeknya moderen sudah tidak menggunakan daun sirih lagi). Beberapa daerah menggunakan daun sirih sebagai sarana dalam ritual, dan pastinya daun sirih merupakan tanaman obat yang sangat populer.

Uraian tanaman

Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.


Kandungan dan manfaat

Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan chavicol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan.

Kegunaan :
Batuk
Sariawan
Bronchitis
Jerawat
Keputihan
Sakit gigi karena berlubang (daunnya)
Demam berdarah
Bau mulut
Haid tidak teratur
Asma
Radang tenggorokan (daun dan minyaknya)
Gusi bengkak (getahnya)


Pemakaian Luar
Eksim
Luka bakar
Koreng (pyodermi)
Kurap kaki
Bisul
Mimisan
Sakit mata
Perdarahan gusi
Mengurangi produksi ASI
Menghilangkan gatal


Keterangan

Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam Iubang hidung.


Peringatan

Mengunyah sirih terlalu banyak dan dalam rentan waktu yang lama telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan tenggorokan squamous cell carcinoma.

Sumber: wikipedia

Mahasiswa Lemhanas AS ke Aceh

Mahasiswa Lemhanas dari Amerika Serikat yang bertemu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, mempertanyakan berbagai masalah tentang situasi dan kondisi daerah Aceh setelah terjadi bencana tsunami dan perdamaian.

“Mereka menanyakan beberapa hal termasuk tentang masih abadinya perdamaian di Aceh,” ujar Gubernur Irwandi Yusuf kepada wartawan usai menerima kunjungan 13 mahasiswa Lemhanas dari AS tersebut, Selasa (13/5) sore di ruang rapat gubernur, Banda Aceh.

Para mahasiswa Lemhanasnya Amerika Serikat sedang menempuh pendidikan 10 bulan di negaranya. Di akhir studinya mereka melakukan studi tour ke Indonesia dan memfokuskan kunjungan ke Provinsi Aceh di Indonesia.

“Mereka memfokuskan ke Aceh karena dianggap daerah unik, daerah yang ditimpa bencana tsunami yang dahsyat serta konflik yang berakhir dengan perdamaian,” ujar Irwandi didampingi Sekdaprov, Husni Bahri TOB serta Karo Hukum dan Humas, A. Hamid Zein.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Irwandi menyampaikan beberapa hal yang dihadapi Aceh pasca bencana dan perdamaian. “Di bidang ekonomi karena daerah baru selesai konflik sehingga investor yang tinggal hanya agribisnis dan tambang,” katanya.

Usai pertemuan, Michael R. Rousek, Consulate of the United States of America Political and Economic Officer menyerahkan plakat sebagai cendramata kepada Gubernur Irwandi Yusuf. Sebaliknya gubernur juga menyerahkan plakat Pinto Aceh kepada Rousek

Custom Search