Learning as an increase of knowledge
To gain some knowledge is learning … We obviously want to learn more. I want to know as much as possible.
Learning is memorizing
Learning is about getting it into your head. You’ve just to keep writing it out and eventually it will go in.
Learning is acquiring facts or procedures which are to be used.
Well, it’s about learning the thing so you can do it again when you are asked to, like in an exam.
Learning is making sense.
Learning is about trying to understand things so you can see what is going on. You’ve got to be able to explain things, not just remember them.
Learning is understanding reality.
When you have really learnt something you kind of see things you couldn’t see before. Everything changes
Thursday, August 07, 2008
Students’ Conceptions of Learning
Monday, August 04, 2008
Pesan - Pesan Abadi Dalam Sejarah
Hasan Al-Bashri pernah ditanya, “Apa rahasia kebahagian anda?”
Jawab Hasan, Saya tahu bahwa rezeki saya tidak akan diambil orang. Karena itu, hatiku tetap tenang. Saya juga tahu bahwa Allah senantiasa mengawasi segala tindakanku. Karenaa itu, saya pun malu berjumpa dengan-Nya dengan gelimang dosa. Dan, saya pun tahu bahwa kematian menantiku. Karena itu, saya pun mempersiapkan diri dengan bekal kebaikan.
Imam Al-Qusyairi, dalam kitab ‘Risalahnya’-nya berkata, “siapa yang mengenal Allah, hidupnya akan bersih lagi suci, kehidupannya akan indah. Selain Allah baginya tiada berarti, tiada rasa takut dalam dirinya, sehingga Allah senantiasa berlaku lembut atas dirinya.
Dalam buku berjudul “Lamahat min wasail al-Tarbiyyat al-Islamiyyat wa Ghayatuha”.1, William james berkata,”Iman kepada Allah membuat kehidupan jadi bermakna. Melalui imanlah diperoleh arti dan makna kehidupan yang penuh kenikmatan dan kebahagian,”
Beberapa ungkapan di atas menjadi pernyataan kesaksian hidup bagi para pemiliknya. Mereka adalah golongan orang berakal, yang kalau penguasa – penguasa thagut dan tirani mengetahui kebahagian hidup golongan ini, niscaya mereka akan dibunuhnya dengan pedang penguasa itu.
Para ahli hikmah adalah orang – orang yang tentram hatinya karena selalu dalam keadaan berzikir kepada Allah, terhindar dari apa yang diharamkan Allah, tidak pernah ingin mendekati keburukan dan tiada pernah bersujud selain kepada Allah Swt.
Mereka adalah golongan yang memahami dengan seyakin – yakinnya (ilm al-yaqin) bahwa diri mereka tidak diciptakan denagn sia- sia. Sesuai dengan firman Allah Swt.
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesunggunya kami menciptakan kamu secara main – main (saja), bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (QS Al-Mu’minun [23]:115)
Sebagaaimana juga di firmankan Allah,
“Sesungguhnya orang - orang yang mengatakan “tuhan kami ialah Allah.” Kemudian Mereka meneguhkan pendirian mereka, maka mailaikat akan turun kepada mereka yang mengatakan, janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung – pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; didalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula di dalamnya apa yang kamu minta, sebagaimana hidangan (bagimu) dari tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Fuhshilat [41]: 30-32)
1. Muhammad Amin Al-Mishry, Darul Fikr. Hlm. 13
Sunday, July 27, 2008
Mengatur Waktu Agar Hari - Hari Penuh Berkah
Masa adalah keadaan lahir dan batin yang tengah dijalani seorang hamba. Sungguh merugi manusia kecuali orang yang tengah menetapi iman dan melaksanakan amal saleh. Karena itu Islam membimbing bagaimana seharusnya insan mengatur hari-harinya agar selalu berada dalam masa yang penuh keberuntungan.
Berikut tulisan mengenai cara-cara mengatur hari-hari kita, dimulai dengan Menyambut Pagi.
Bangunlah sebelum fajar dan berdzikir, segera setelah itu, lalu berwudhu, kemudian shalat. Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bersabda:
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ عَلَى مَكَانِ كُلِّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلٌ فَارْقُدْ. فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذِكْرَ اللهَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيْطاً طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ
“Syaithan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian saat ia tidur dengan tiga ikatan. Pada tiap-tiap ikatan itu, Syaithan menghembuskan: Tidurlah terus, malam masih larut. Maka, jika ia terbangun, hendaklah ia berdzikrullâh, sehingga terputuslah satu ikatan Syaithan itu. Jika ia (melanjutkannya dengan) berwudhu, maka terputus lagi satu ikatan Syaithan itu. Jika ia (meneruskannya dengan mengerjakan) shalat, maka terputus lagi satu ikatan Syaithan itu (sehingga ikatan Syaithan itu terputus seluruhnya). Dengan demikian, niscaya memancarlah ketangkasan dan kebersihan dari jiwanya, namun jika ia tidak melakukan hal-hal tersebut, maka memancarlah dari jiwanya kekotoran dan berbagai kemalasan
Read More
Metode Yang Dipergunakan Dalam Pendidikan
a. Al Gazali
Di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin juz III, Al Gazali menguraikan antara lain;”…metode untuk melatih anak adalah salah satu dari hal – hal yang amat penting. Anak adalah amanat yang dipercayakan kepada orang tuanya.
Di dalam membahas masalah belajar, Al Gazali lebih menekankan potensi rasio daripada potensi kejiwaan yang lain, meskipun potensi rasio manusi dipandang berada didalam kekuasaan Tuhan. Kekuasaan Tuhan adalah yang pertama, sedang rasio manusia adalah yang kedua. Beliau menyatakan: “ Secara potensial, pengetahuan itu ada di dalam jiwa manusia bagaikan benih didalam tanah.
Diantara metode pendidikan yang lebih menekankan pada perbaikan sikap dan tingkah laku para pendidik dalam mendidik, seperti berikut
1) Guru harus bersikap mencintai muridnya
2) Guru tidak usah mengharapkan upah dari tugas pekerjaannya
3) Guru harus memberi nasihat kepada muridnya agar menuntut ilmu tidak untuk kebanggaan diri atau untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
4) Guru harus mendorong muridnya untuk mencari ilmu yang bermanfaat
5) Guru harus memberi contoh yang baik dan teladan yang indah dimata anak didik sehingga anak senang mencontoh tingkah lakunya.
6) Guru harus mengajarkan apa yang sesuai dengan tingkat kemampuan akal anak didik.
7) Guru harus mengamalkan ilmunya
8) Guru harus dapat memahami jiwa anak didiknya
9) Guru harus dapat mendidik keimanan ke dalam pribadi anak didiknya
b. Ibnu Khaldun
Sebagaimana Al Gazali, Ibnu Khaldun juga menganggap bahwa akal pikiran manusia itu bersifat terbatas di dalam proses belajar yang banyak bergantung pada bimbingan dan petunjuk Tuhan. Ilmu pengetahuan yang diperoleh manusia melalui belajar itu berbeda – beda tingkatnya menurut kapasitas daya berpikirnya orang yang belajar.
Prinsip – prinsip metodologis yang disarankan oleh Ibnu Khaldun adalah sebagai berikut :
1) Hendaknya tidak memberikan pelajaran tentang hal – hal yang sulit kepada anak didik yang baru mulai belajar.
2) Agar anak didik di ajar tentang masalah – masalah yang sederhana yang dapat ditangkap oleh akal pikiran, baru kemudian secara bertahap dibawa kepada hal – hal yang lebih sukar dengan mempergunakan contoh yang baik atau alat peraga atau alat tertentu.
3) Jangan memberi ilmu yang melebihi kemampuan akal pikiran anak didik
c. Ibnu Sina
Ibnu Sina tidak banyak memberikan pendapat, antara lain yang dapat dikaitkan dengan metodenya adalah pendapat bahwa anak – anak harus diperhatikan pendidikan akhlaknya.
d. Muhammad Abduh
Sebagai tokoh modernisasi dalam pendidikan, beliau melakukan modernisasi melalui system pendidikan, beliau mengusulkan adanya tiga jenis sekolah sbb :
1) Sekolah dasar negeri hendaknya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, juga sejarah Islam, pendidikan agama dan pendidikan moral.
2) Sekolah – sekolah khusus negeri yang mendidik calon pegawai dan perwira militer, hendaknya juga diberi pendidikan agama dan moral.
3) Sekolah – sekolah khusus untuk mendidik para ulama hendaknya diberi mata pelajaran yang luas, tidak hanya agama, melainkan juga sejarah umum. Kurikulum untuk sekolah – sekolah khusus tersebut hendaknya memasukkan mata pelajaran bahasa asing, matematika, dan ilmu pengetahuan alam.
Monday, July 21, 2008
Prinsip – Prinsip Metodologis dalam Alquran
Di dalam proses pendidikan atau pengajaran terdapat system pendekatan metodologis yang pada dasarnya dapat kita analisis sbb :
a. Pendekatan psikologis
b. Pendekatan sosiokultural
c. Pendekatan scientific.
Menurut pandangan Prof. Dr. Mohammad Fadhil Al-Djamaly, gaya bahasa dan ungkapan yang terdapat dalam firman – firman Allah (Alquran) menunjukkan fenomena bahwa firman itu mengandung nilai – nilai metodologis kependidikan dengan corak dan ragam yang berbeda – beda menurut waktu dan tempat serta sasaran yang dihadapi (yang menjadi khitab-Nya). Mengandung hikmah kebijaksanaan yang secara metodologis disesuaikan dengan kecenderungan – kecenderungan psikologis manusia yang hidup dalam situasi dan kondisi berbeda.
Tuesday, July 15, 2008
Pemerintah Bantu SMA Jadi SMK
"JAKARTA--MI: Pemerintah akan memberikan bantuan pengadaan peralatan
bagi sekolah-sekolah SMA swasta yang terpaksa gulung tikar, jika
mengubah statusnya menjadi sekolah-sekolah SMK."
"Bantuan pengadaan peralatan itu, nantinya akan disesuaikan dengan
potensi daerah, serta tergantung dengan volume bantuan dan anggaran
yang dikucurkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah."
"Jika potensinya daerah manufaktur, maka SMA swasta itu bisa menjadi
SMK yang berbasis manufaktur. Jika potensinya pariwisata, maka SMK
Pariwisata, agar perubahan status itu, tidak sia-sia, ujar Direktur
Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno kepada Media Indonesia, Jumat
(11/7)."
Sebelum tahun 1994 memang kurikulum SMU adalah lebih seperti SMK,
banyak keterampilan. Mengapa membuat kurikulum 1994 yang merugikan
70% dari siswa-siswi yang tidak lanjut ke perguruan tinggi dan harus
mencari pekerjaan tanpa keterampilan.
Satu hal lagi adalah status nama SMK (Kejuruan) yang pada umum adalah
sekolah khusus untuk "calon tukang" pada hal cukup banyak lulusan
dari SMK melanjut atau ingin melanjut ke perguruan tinggi juga. Kita
harus memudahkan cara untuk lulusan SMK masuk ke perguruan tinggi.
RE: "SMA swasta itu bisa menjadi SMK yang berbasis manufaktur".
Memang industri harus berperan lebih aktif dalam bidang pendidikan,
tetapi sampai pendidikan sebagai layanan industri khusus? Kita harus
menjaga supaya pendidikan memberi kesempatan kepada semua anak untuk
memilih jalan dan masa depan mereka sendiri.
Menurut kami, jauh lebih baik kalau SMK menjadi SMA dan semua SMA
dilengkapi dengan keterampilan (banyak pilihan) untuk semua anak-anak
(seperti K-1984).
http://pendidikan. net/journalpendi dikan.html# akhirnya
Wednesday, July 02, 2008
Prinsip Metodelogi Pendidikan Dalam Alqur'an
Di dalam proses pendidikan atau pengajaran terdapat system pendekatan metodologis yang pada dasarnya dapat kita analisis sbb :
a. Pendekatan psikologis
b. Pendekatan sosiokultural
c. Pendekatan scientific.
Menurut pandangan Prof. Dr. Mohammad Fadhil Al-Djamaly, gaya bahasa dan ungkapan yang terdapat dalam firman – firman Allah (Alquran) menunjukkan fenomena bahwa firman itu mengandung nilai – nilai metodologis kependidikan dengan corak dan ragam yang berbeda – beda menurut waktu dan tempat serta sasaran yang dihadapi (yang menjadi khitab-Nya). Mengandung hikmah kebijaksanaan yang secara metodologis disesuaikan dengan kecenderungan – kecenderungan psikologis manusia yang hidup dalam situasi dan kondisi berbeda.
Saturday, April 05, 2008
Laskar Pelangi Difilmkan

Mencoba mengikuti kesuksesan dari film “Ayat-Ayat Cinta”, satu lagi film yang diilhami dari buku yang sedang laku dipasaran pada saat ini akan segera di filmkan. Film tersebut adalah Laskar pelangi, sebuah film yang diambil dari buku novel karya Andrea Hirata yang menceritakan tentang kisah sebelas orang anak Melayu Belitung luar biasa dan yang tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka.
Mereka menyebut gengnya sebagai Laskar Pelangi, berbagai cerita bisa kamu dapatkan dari film ini, diantaranya kisah seorang Lintang, yang berprofesi sebagai kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus.
Dari Laskar Pelangi ini kita bisa mencontoh cara sederhana mereka yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup plus berjuang meraih cita-cita. Hal tersebut yang menarik minat dari sutradara ternama Mira Lesmana yang ingin men-transform apa yang ada dalam buku ke layar sinema.
Untuk syuting filmnya sendiri sudah di mulai bulan Mei 2007 dan dengan mengambil lokasi yang sama dengan bukunya yaitu Bangka Belitung. Untuk pemeran dari film tersebut masih dirahasiakan karena membutuhkan waktu dan tenaga untuk dapat mencari aktor yang tepat untuk memerankan ke sebelas orang anggota laskar pelangi dan juga mampu menjiwai dan memiliki chemestri yang kuat dengan buku aslinya. Laskar pelangi diharapkan akan menjadi sebuah film keluarga yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia
Sumber : Simpatizone
Tuesday, March 18, 2008
Tahap Kreativitas, Bermain-main dengan Aljabar
Kreatifitas didefinisikan sebagai proses mental yang melibatkan penciptaan suatu konsep dan ide-ide yang baru, atau melihat hubungan yang baru antara berbagai konsep dan ide-ide yang telah ada. Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, hasil dari pikiran yang kreatif dapat diukur dari Keasliannya (originality) dan Kelayakannya (appropriateness).
"Being creative is seeing the same things as everybody else but thinking of something different"
Robert Epstein, Ph.D, seorang psikolog mengatakan bahwa sebetulnya setiap manusia memiliki kemampuan kreatifitas. Dengan demikian tidak ada alasan kita mengatakan "Saya bukan orang yang kreatif", yang ada hanyalah belum mengasah potensi kreatifitas yang dimilikinya. Semakin sering kita mengikuti pelatihan yang mengasah kreatifitas, semakin baik potensi kreatifitas yang dimiliki. Kreatifitas bisa terjadi karena kita mencoba sesuatu dengan sengaja. Dari sengaja kita mampu untuk mengerjakannya dan akhirnya terbiasa. Jadi kreatifitas dapat muncul karena kita terbiasa untuk berkreasi.
Secara singkat, kita dapat menyebutkan keuntungan yang diperoleh Menjadi Orang yang Kreatif , yaitu:
1. Dapat mengembangkan potensi kita diluar batasan inteligensi
2. Menemukan cara yang baru dan lebih baik untuk memecahkan masalah
3. Dapat meningkatkan pengetahuan dan Meningkatkan proses belajar
Dalam artikel ini, pengertian kreatifitas difokuskan pada bidang Matematika, yaitu dalam kemampuan memecahkan masalah-masalah matematika. Untuk memecahkan masalah matematika terdapat banyak cara, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas disini baik untuk membuat pemecahan yang baru, maupun untuk melihat hubungan dengan pemecahan-pemecahan yang telah ada.sebelumnya. Secara umum langkah untuk memecahkan masalah adalah Memahami masalah yang dihadapi secara jelas, Menganalisa penyebab dari masalah tersebut, Merencanakan alternatif-alternatif penyelesaiannya, menggali setiap alternatif yang ada dan terakhir adalah Mengevaluasi apakah masalah telah terpecahkan atau belum.
Dalam tahap awal pengajaran Matematika, biasanya akan difokuskan pada Aritmatika Dasar sampai anak menguasai perhitungan mental dengan baik sehingga telah tumbuh kepercayaan diri akan kemampuan menghitungnya, yang dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya anak dapat melangkah ke tahap berikutnya yaitu tahap kreatifitas, yang terutama adalah mengajarkan Aljabar Elementer. Dalam aljabar digunakan simbol (biasanya berupa huruf) untuk merepresentasikan bilangan secara umum sebagai sarana penyederhanaan dan alat bantu memecahkan masalah. Dengan menggunakan aljabar, Anda dapat menyelidiki pola aturan aturan bilangan umumnya.
Dalam tahap kreatifitas ini, mula-mula anak diajarkan untuk menurunkan setiap formula yang telah mereka pakai dalam tahap sebelumnya. Dan kemudian diajarkan bagaimana untuk memodifikasi formula-formula tersebut untuk mempercepat dan mempermudah perhitungan. Selanjutnya mereka diperkenalkan dengan teka-teki (puzzle) matematika yang umumnya berupa soal-soal cerita untuk mengasah kreatifitas mereka dalam memecahkan permasalahan.
Dalam memecahkan masalah matematika ini, ada beberapa pendekatan yang telah diidentifikasikan, misalnya Analogi, Induksi, Variasi Masalah, Melihat Masalah yang Berkaitan, Spesialisasi, Dekomposisi Masalah, Menggunakan Langkah Terbalik, Membuat Gambar, dan Menambahkan Elemen Bantuan.Untuk membangun kreatifitas pada seorang anak, pendekatan-pendekatan ini dapat diperkenalkan sejak awal untuk membantu mereka memecahkan soal-soal matematika yang dihadapi agar selanjutnya mereka dapat memecahkan masalah tersebut secara mandiri
Sebagai contoh sederhana, adalah mencari pola dari bilangan pangkat. Setelah anak terbiasa dengan menghitung pangkat dua atau pangkat tiga. Mereka secara spontan akan bertanya mengenai formula-formula yang lebih tinggi. Padahal untuk pangkat yang tinggi, polanya hampir sama saja, dan secara umum membentuk semacam Binomial Newton. Penurunan pola-pola horisontal inilah yang dapat diajarkan untuk melatih kreatifitas anak.
Perhatikan pola-pola berikut ini:
(a+b)^2 = a^2 + 2*a*b + b^2
(a+b)^3 = a^3 + 3*a^2*b + 3*a*b^2 + b^3
sehingga bisa memperkirakan pola untuk pangkat empat sbb:
(a+b)^4 = a^4 + 4*a^3*b + 6*a^2*b^2 + 4*a*b^3 + b^4
Jika diperhatikan pola untuk Konstantanya akan membentuk Pola Segitiga Pascal, sbb:
1
1 1
1 2 1
1 3 3 1
1 4 6 4 1
sumber: PPG Matematika Yogyakarta
Wednesday, March 05, 2008
Sekolah Gratis
Jika tidak berkeberatan forward di milis2 di mana anda bergabung.
Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur max
18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan, dapat menghubungi:
Ibu Ade
Pancoran Timur VIII no. 4B
Jakarta 12770
Telp. 021 799 0412
HP. 0856 9150 0258
Untuk selanjutnya akan disurvei. Jika tidak ada halangan tahun ini akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan khusus untuk
anak miskin dan dari golongan tidak mampu ..
Best Regards,
Ade Andria
Outreach Sampoerna
Foundation Sampoerna Strategic Square Tower A, 27th Floor
Jl. Jendral Sudirman Kav. 45 Jakarta 12930,
INDONESIA Phone: 62 21 577 2340
Ayo Menulis!
Orang yang memiliki kebiasaan menulis memiliki kondisi mental lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya. " --------- James Pennebaker, Ph.D., dan Janet Seagal, Ph.D., University of Texas, Austin, dalam Journal of Clinical Psychology.
"AYO BELAJAR!", begitulah perintah orang tua terhadap anaknya ketika sang anak ketahuan sedang asyik menonton televisi atau bermain game.
Kalimat generik dari orang tua mana pun, bahkan hal serupa pernah kita alami ketika kita masih kanak-kanak. Namun, rasanya kita jarang mendengar atau bahkan tak pernah ada orang tua yang menyuruh anaknya untuk menulis? "Ayo menulis!", pernahkah Anda mendengarnya?
Betul, menulis. Tak lazim memang perintah itu. Bagi anak-anak yang masih terbatas kemampuan menulisnya pasti akan mendelik. "BT ah" mungkin kalimat itu yang akan keluar dari mulutnya. Lagi pula, jangankan anak-anak, orang dewasa pun pasti akan kesulitan untuk diberi perintah seperti itu. Menulis?
Betul, menulis. Sederet kalimat akan meluncur. Bila semua orang bisa menulis, tentu negeri ini akan penuh dengan karya sastra. Mungkin juga sastra tidak akan ada lagi, kalau semua orang bisa menulis, apalagi dengan kalimat yang indah dan berirama layaknya pujangga.
Menulis memerlukan keterampilan tersendiri. Benarkah demikian?
Tidak juga sebenarnya. Pada dasarnya setiap orang dapat melakukan kegiatan tulis-menulis, bahkan secara menyenangkan. Tak ada keterampilan atau keahlian khusus dalam menulis. Anda mungkin mengenal nama Rachmania Arunita. Dia adalah perempuan muda pengarang novel remaja best seller, `Eiffel, I'm in Love'. Rachma mengaku pada awalnya tidak suka menulis. Tapi ketika guru bahasa Prancis mewajibkan murid-muridnya untuk membuat sebuah karangan, dia mulai ketagihan menulis. Rachma berkisah, awalnya ia sering melakukan plagiat alias menjiplak tapi ketahuan. Rachma pun kena omel dan dihukum untuk membuat PR mengarang. Tak diduga, hasil karangannya mendapat acungan jempol gurunya bahkan dipuji di depan kelas. Mulai
dari situ Rachma pun ketagihan menulis hingga akhirnya ia menelurkan novelnya yang ternyata meledak di pasaran. Bahkan kemudian diangkat dalam film dengan judul yang sama, dan berhasil mengundang dua juta penonton. Kebanyakan dari mereka adalah kaum remaja.
Persoalan lain yang kerap mengganggu proses menulis adalah soal mood. Lainnya? Fasilitasnya tidak tersedia dengan lengkap, seperti komputer, laptop atau lainnya. Ah, itu sih alasan klasik. Lihatlah Agatha Christie, pengarang novel misteri terkenal. Anda mungkin bisa membayangkan susahnya orang menulis saat itu, di zaman tahun 1920-1930an. Namun dengan segala keterbatasan peralatan, lahir novel-novel berkelas dunia dari Agatha Christie, Ngaio Marsh, Sir Arthur Conan Doyle dan seabreg pengarang top lainnya.
Jadi sesungguhnya yang paling penting untuk menulis ialah niat dari awalnya. Kesungguhan tanpa dimulai dengan niat pada awalnya, tentu
tak akan terlaksana dengan baik. Orang bijak bilang bahwa cara yang paling sederhana untuk menumpahkan isi hati dan pikiran adalah dengan menulis, karena bila tidak, ia seperti sebuah saluran, suatu saat tersumbat dan meledak.
Seorang wanita bernama Dewi Hermayanti dalam suatu milis menceritakan unek-uneknya. Dewi mengatakan, "Kadang-kadang perlu rasanya untuk mengeluarkan apa yang ada di hati lewat tulisan.
Apalagi rasanya sudah sesak di dada. Cuma apa yang harus ditulis, bingung tidak apa yang akan ditulis. Tapi dia menyadari, menulis adalah sangat penting. Aneh memang. Tapi begitulah, Andai saja otak kita punya tombol print mungkin gampang saja mengeluarkan isi otak kita. Tinggal pencet print terus select subject, langsung keluar deh apa yang mau kita ungkapkan dalam tulisan. Sayang, otak kita cuma bisa memerintah si tangan untuk bergerak sesuai yang diperintahkan. "
Terkesan dengan unek-unek tersebut, Pak Hernowo dari Penerbit Mizan, menanggapi posting Ibu Dewi. Dia pernah melakukan studi kecil-kecilan tentang kegiatan menulis. Selama melakukan studi itu, nah ini yang penting, ia kemudian bertemu dengan Psikolog Pennebaker yang menganggap menulis dapat mengatasi depresi. Menulis itu dapat menyehatkan tubuh dan jiwa. Pennebaker meniru tradisi confession dalam agama Katolik dan menerapkannya pada pembuatan catatan harian.
Bahkan seorang penulis kondang, Fatima Mernissi, juga bilang bahwa menulis setiap hari dapat mengencangkan kulit wajah. Hernowo pun bercerita bahwa ia bertemu dengan ahli linguistik bernama Dr. Stephen D. Krashen. Penelitiannya menunjukkan bahwa menulis dapat memecahkan problem-problem diri. Katanya, menulis itu menata pikiran. Jadi, kalau kita dapat menata problem kita, bisa jadi problem kita bisa hilang. Dan dia juga membuktikan bahwa menulis dan membaca itu tidak dapat dipisahkan. Membaca itu memasukkan, dan menulis itu mengeluarkan. Demikian Hernowo menjelaskan dalam postingnya.
Keampuhan menulis tidak saja dialami Hernowo dalam penelitian kecil-kecilannya itu. Dari seberang sana, tepatnya di Amerika Serikat, Joshua M. Smyth, psikolog dari Syracuse University lebih jauh lagi menyatakan menulis dapat menghasilkan perubahan pada sistem imunitas dan hormonal dalam merespons beban stres, dan meningkatkan hubungan dan kemampuan kita menghadapi stres.
Contohnya, ada juga. Dia adalah Debra Van Wert, 44 tahun, dari Rochester, New York, setelah menderita Pre-Menstrual Syndrome (PMS) atau sindrom menjelang menstruasi selama lebih dari satu dekade, Debra mulai mencatat gejala-gejala yang dialami tubuhnya. Debra mengatakan, "Dengan membuat catatan, saya dapat mengantisipasi fase-fase hormonal dan mengidentifikasi minggu kapan saya berada pada kondisi paling fit dan paling buruk."
Kegiatan menulis tidaklah dimaksudkan untuk menjadi sastrawan besar, tapi paling tidak punya manfaat bagi kesehatan. Sebagaimana dikutip
dari Majalah Reader Digest Indonesia , April 2005, berikut adalah sejumlah keuntungan dari menulis:
MENGURANGI BERAT BADAN. Para peneliti dari Women's Health Initiative menarik kesimpulan bahwa catatan harian tentang makanan yang dikonsumsi membantu menimbulkan kesadaran tentang konsumsi kalori dan asupan lemak. Dan jika Anda mengetahui seberapa banyak yang telah dilahap, akan lebih mudah menguranginya.
MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR. Ilmuwan di Temple University menemukan bahwa wanita yang menuliskan pengalaman traumatisnya – seperti
pemerkosaan atau kecelakaan lalu lintas yang parah - ternyata jarang mengalami sakit kepala, susah tidur, dan gejala depresi dibandingkan mereka yang tidak mau menuliskannya.
MELAWAN PENYAKIT. Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2002 di Ben-Gurion University, Israel , disimpulkan bahwa mereka yang menuliskan sebuah kejadian yang menjadi beban pikiran, akan mengurangi frekuensi kunjungan mereka ke klinik pengobatan selama l5 bulan ke depan.
MENGURANGI STRES. Sebuah studi di Chicago Medical School menemukan bahwa ketika penderita kanker yang kurang diperhatikan keluarganya
menuliskan tentang penyakit yang diderita selama 20 menit setiap hari, mereka jadi jarang mengalami stres selama enam bulan berikutnya.
Nah, mengapa Anda tidak menyiapkan pulpen dan kertas untuk mulai menulis sejak sekarang. Karena ternyata menulis bukan hanya menyenangkan, tapi juga menyehatkan lahir dan batin. Bahkan bisa jadi Anda dapat menangguk untung karenanya. Dan, jangan lupa, bila suatu saat Anda sakit, setidaknya satu resep sudah di tangan: "menulis". Ini bukan sekedar lelucon. Penelitian telah membuktikannya. So, tunggu apa lagi? Ayo Menulis!
Sumber: "Ayo Menulis!" oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta
Seminar SDM Guru
Seminar SDM Guru - Gratis 12 April 2008
Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para guru
Indonesia, sekaligus bertemu dengan para praktisi Pendidikan
Indonesia, termasuk ahli SDM dari Tokyo, Jepang,
Seminar Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) akan diselenggarakan Gratis
bagi masyarakat khususnya masyarakat Pendidikan Indonesia, pada:
Hari Sabtu, 12 April 2008
Mulai jam 10 Pagi
di Jakarta
Tanpa dipungut biaya apa pun (Gratis)
Informasi selengkapnya silakan akses:
http://dikbud. net/
atau
http://groups. yahoo.com/ group/DikBud/
